0 Dilihat 0 kali
Volume Transaksi Trading

Salah satu bagian penting dari Analisis teknikal yang tidak kalah penting adalah volume transaksi. Volume transaksi di dalam suatu grafik chart biasa ditampilkan/dicatat dalam bentuk batangan-batangan yang dikenal dengan nama Volume Bar. Volume transaksi biasa juga disebut suatu indikator volume di dalam platform trading.

Pengertian dari indikator Volume merupakan indikator yang menunjukkan jumlah total transaksi yang terjadi dalam suatu aktivitas perdagangan pada suatu pasar dalam hitungan waktu tertentu. Seperti telah disebutkan diatas biasanya berbentuk batangan-batangan dalam bentuk histogram, dimana panjang bar menentukan banyaknya jumlah transaksi yang terjadi. Semakin panjang bar berarti transaksi semakin banyak.

Di beberapa trading platform volume transaksi dibedakan menjadi dua. Pertama volume transksi yang menggambarkan minat beli biasanya bar berwarna hijau atau biru. Dan yang kedua colume transaksi yang menggambarkan tekanan jual biasanya bar berwarna merah.
Volume transaksi trading - Indikator Volume



Dalam pasar cryptocurrency indikator volume tidak dapat diketahui secara tegas berpa jumlah total coin yang berpindah tangan di satu periode waktu. Hal tersebut dikarenakan perdagangan dalam cryptocurrency bersifat terdesentralisasi. Sehingga tidak ada orang di dunia ini yang benar-benar tahu ada berapa banyak koin yang terjual saat ini.

Volume transaksi trading - Perbedaan Volume dari dua market

Indikator Volume yang ditampilkan dalam tradingview tersebut merupakan Volume yang dihitung dan didapat dari setiap masing-masing market. Perhatikan gambar di atas, gambar tersebut diambil dari dua market yang berbeda, sehingga didapatkan pula hasil Volume yang berbeda. Pada chart sebelah kiri, di market Coinbase menunjukkan Volume sejumlah 91.89K sedangkan pada market Bitfinex sejumlah 192.765K di hari yang sama.

Cara penggunaan Indikator Volume pada pasar cryptocurrency
Indikator volume tingkat validasinya bergantung dari masing-masing market. Lalu untuk apa indikator volume ini digunakan dan bagaimana cara penggunaannya? jendelacrypto akan menjabarkannya sebagai berikut.

#Deteksi market yang telah jenuh
Puncak dan lembah dalam suatu chart cryptocurrency tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi dan kapan akan terbentuk. Namun dengan menggunakan indikator Volume, dapat diketahui indikasi akan terbentuknya puncak maupun lembah tersebut.
Suatu pergerakan market tidak akan berjalan ke satu arah saja. Akan ada waktunya pergerakan tersebut melemah hingga menimbulkan reversal atau bahkan pembalikan tren. Hal ini dapat dideteksi lebih awal dengan cara menggunakan indikator Volume. Saat harga terus bergerak ke atas diiringi dengan Volume yang terus mengecil, maka kemungkinan besar market akan reversal. Hal ini juga sering dikenal dengan dengan market yang telah jenuh atau capek.

Volume transaksi trading -  Volume mengecil tanda market jenuh


#Mengukur kekuatan tren market trading
Kegunaan selanjutnya dari indikator Volume adalah untuk  mengukur kekuatan tren pasar. Volume market yang meningkat menunjukkan tingginya minat dari pelaku pasar akan pergerakan harga saat ini. Jika tingginya minat ini searah dengan perjalanan trend, maka trend tersebut memiliki kekuatan yang besar di balik pergerakannya.

Volume transaksi trading -  tren turun dengan volume naik
Saat pergerakan market menguat ke satu arah, biasanya akan terlihat pula peningkatan nilai pada indikator Volume. Lalu ketika terjadi reversal ke arah yang berlawanan, maka Volume-nya juga akan berkurang. Searahnya market dan Volume ini bisa menjadi sinyal bahwa kemungkinan besar tren masih akan berlanjut.

#Konfirmasi Trading Breakout
Breakout adalah salah satu sistem trading trend following yang banyak digunakan trader. Namun terdapat kelemahan besar pada sistem trading ini. Kelemahan tersebut adalah breakout palsu. Pasalnya, breakout palsu ini lebih sering terjadi dari breakout sesungguhnya.
Untuk mengurangi risiko, biasanya trader menunggu pullback dari harga ke daerah awal sebelum masuk ke market. Namun ada cara lain untuk mengetahui tingkat validitasnya. Dengan menggunakan indikator Volume, breakout palsu dapat diminimalkan sehingga kerugian pun bisa berkurang. Lalu bagaimana cara konfirmasinya? Perhatikan gambar berikut.

Volume transaksi trading -  Breakout support ditandai volume tinggi
Peningkatan atau penurunan volume secara tiba-tiba bisa terjadi karena ada berita yang muncul, bisa merupakan berita fundamental yang berkaitan langsung dengan perusahaan, berita makro ekonomi, berita politik dan lain sebagainya.

Secara garis besar, urutan prosesnya sama dengan cara menggunakan indikator Volume dalam konfirmasi tren. Hanya saja, cara ini digunakan sesaat setelah harga melakukan break pada support dan resistance tertentu. Namun dalam kenyataannya, sangat sulit menganalisa kenaikan Volume ini karena sifatnya yang cenderung fluktuatif. Selain itu, harus ditunggu terlebih dahulu hingga candle benar-benar Close agar Volume-nya bisa diketahui dengan tepat.

Indikator volume ini sangat baik jika dipadukan dengan analisis teknikal lain seperti candlestick pattern dan chart pattern. Sehingga lebih meningkatkan keyakinan kita dalam mengambil keputusan dalam trading.

Sekian penjelasan singkat mengenai volume transaksi (indikator volume) yang bisa jendelacrypto jelaskan. Diharapkan banyak membantu para trader baru untuk menambah pengetahuan mengenai trading dan lebih yakin dengan setiap keputusan dalam trading.

Sumber referensi:
seputarforex. 2013. indikator-volume-dalam-pasar-forex. https://bit.ly/2R0Xrk1
traderpemenang. 2017. volume. https://bit.ly/2rCTYcP
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top